LSM Kompak Minta KPK Pantau Penyelidikan Kasus Dugaan SPPD Fiktif DPRK Abdya.

  • Whatsapp
Ketua LSM Kompak  Abdya Saharuddin saat digedung merah putih KPK, jln. kuningan persada  K av.4 Jakarta selatan.

ABDYA, Sabtu, 21/12/2019, Portalpoblik.id – Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Masyarakat Pejuang Keadilan (Kompak) Saharuddin, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memantau penyelidikan Kasus Dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif Yang melibatkan 24 Anggota DPRK Aceh Barat Daya.

Koordinator LSM Saharuddin mengatakan, sementara ini dia hanya meminta KPK untuk memantau saja, karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya.

“Tadi kita sudah mengantarkan langsung surat permohonan dan sekalian menyampaikan informasi terkait perkembangan kasus tersebut, di gedung merah putih KPK,” terangnya.

Meskipun, Lanjut dia, bukan laporan secara resmi namun, dia hanya memantau perkembangan kasus tersebut.

“Walaupun kali ini kita bukan melaporkan secara resmi, namun hanya meminta KPK untuk memantau saja, karena kasus tersebut masih dalam penanganan pihak  Kejari Aceh Barat Daya,” lanjutnya.

Saharuddin berharap, Dengan adanya pantauan dari KPK mudah-mudahan masyarakat Aceh Barat Daya tidak berasumsi atau meragukan atas proses penyelidikan yang sedang dilakukan.

“Dan kita yakin kalau Kajari Aceh Barat Daya, akan lebih profesional dan tidak Pilih kasih dalam penegakan hukum,” harapnya

Dia menambahkan Kedatangannya ke gedung KPK, selain menyampaikan informasi terkait Dugaan SPPD fiktif yang melibatkan 24 Anggota DPRK Aceh Barat Daya, dia juga ikut melaporkan beberapa Kasus lainnya.

“Yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya ini adalah sebuah keseriusan LSM Kompak dalam mendukung pemberantasan Korupsi dan kita berharap, Kabupaten Aceh Barat Daya terbebas dari Praktek KKN,” tukasnya.(Roby/Jezz).