PLT Desa Rajun Tak Di Anggap. Data Bantuan Pangan Non Tunai Asal Asalan

  • Whatsapp
PLT Desa Rajun Tak Di Anggap. Data Bantuan Pangan Non Tunai Asal Asalan

Sumenep 24 – 12 – 2019.Portalpublik.Id – Masyarakat Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura mempertanyakan kewenangan Pelaksana Tugas ( Plt), sebab pendataan terhadap Data Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di duga asal asalan, masyarakat yang semestinya mendapat bantuan yang di salurkan pemerintah kepada Keluarga Penerima Mamfaat (KPM ) tidak tepat sasaran dan banyak yang tidak terkafer.

Kasus ini sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat, salah satunya di sampaikan Fathorrahman salah satu tokoh muda di desa tersebut, Ia menyampaikan bahwa Data penerima Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) belum terakomodir, sehingga banyak masyakat yang sekiranya berhak menerima bantuan, justru tidak kebagian. ” banyak yang tidak terkafer, saya lihat banyak yang terhitung mampu malah kebagian” ungkapnya.

Fathorrahman menambahkan bahwa masalah ini tidak boleh di biarkan, di perlukan pengawasan, baik dari masyarakat maupun dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, sehingga tidak terjadi , “kasian masyarakat yang seharusnya kebagian tidak kebagian, pemerintah segera memperbaiki data penerima ” imbuhnya.

Hal tak terduga di sampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Desa Rajun moh Ahir, di soal terkait jumlah Data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Ia menjawab tidak tau karna selama di keluarkan mandat menjadi Pelaksana Tugas tidak pernah di libatkan, ” tidak tau jumbahnya berapa, cuma kemarin sudah terealisasi” imbuhnya.

Lebih lanjut Moh Akhir, Ia sebagai pelaksana tugas dan Sekretaris Desa (SekDes) kebingungan yang di buat dasar saat melakukan proses pendataan untuk mengetahui layak tidak layaknya penerima bantuan tidak tau,” yang lebih banyak tau Sarip, karna TKSK-nya dari Dinas Sosial Dia” tandasnya.

Disoal kapasitas Sarib dalam struktur Desa Rajun ia juga jawab tidak tau ” Sarib bukan perangkat Desa, dia kepanjangan dari Dinas Sosial untuk kecamatan ” ungkap Moh Akhir .(Wd/Jaz)